zmedia

Benjamin Thomas Sigar, Kakek Buyut Prabowo Asal Minahasa

Leluhur Prabowo Subianto dari Garis Ibu yang Terkenal dalam Sejarah

Presiden Joko Widodo dikenal memiliki latar belakang keluarga yang kaya akan sejarah. Kakeknya dari garis ayah, Raden Mas (RM) Margono Djojohadikusumo, merupakan salah satu pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) dan tokoh penting dalam perekonomian nasional. Namun, tak banyak yang tahu bahwa leluhur Prabowo juga memiliki peran signifikan dalam sejarah Indonesia, terutama dari garis ibunya.

Benjamin Thomas Sigar, Kakek Buyut Prabowo

Benjamin Thomas Sigar adalah kakek buyut dari pihak ibu Prabowo. Menurut jurnal “Dalam Bayang-bayang Maskulinitas: Studi Kasus Branding Politik Prabowo Subianto” karya Wahyu Triyogo dan kawan-kawan, ibunda Prabowo, Dora Marie Sigar, merupakan keturunan dari tokoh Minahasa bernama Benjamin Thomas Sigar. Dora lahir dan besar di Langowan, Sulawesi Utara. Ayahnya, Frederik Sigar, adalah pejabat pada masa pemerintahan Hindia Belanda yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Keresidenan Manado.

Benjamin sebagai Kapitein Pasukan Tulungan

Dalam buku “Sejarah dan Kebudayaan Minahasa” karya Jessy Wenas, disebutkan bahwa pemerintah kolonial Belanda meminta bantuan prajurit Minahasa untuk mengirim pasukan ke Pulau Jawa pada masa Perang Jawa (1825–1830). Pasukan tersebut dikenal sebagai Pasukan Tulungan atau bantuan. Pembentukannya ditandai dengan penandatanganan kontrak pada 23 Desember 1827 antara perwakilan Minahasa, yakni Abraham Dotulong dan J. Kawilarang, dengan Letnan A. Voges dari pihak Belanda.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Minahasa mengirimkan 1.421 personel yang dipimpin Mayoor Tololiu Dotulong. Benjamin Thomas Sigar ditunjuk sebagai salah satu kapitein atau kapten pasukan yang mewakili wilayah Langowan. Selain Benjamin, terdapat pula Rotinsulu dari Tonsea dan Polingkalim dari Tondano yang memimpin pasukan di wilayah masing-masing.

Benjamin Pernah Menjabat sebagai Hukum Besar Langowan

Pasukan Tulungan diberangkatkan ke Pulau Jawa pada 29 Maret 1829. Dilansir dari laman National Geographic, sejarawan Peter Carey menjelaskan, pasukan tersebut terlibat dalam pertempuran di Siluk, sebelah barat Yogyakarta, pada 17 September 1829. Mereka juga mengikuti operasi militer di Jawa hingga menjelang perundingan antara Pangeran Diponegoro dan Letnan Jenderal Hendrik Merkus de Kock di Magelang pada 1830. Namun, perundingan tersebut berakhir dengan penangkapan Diponegoro oleh pemerintah kolonial Belanda.

Setelah Perang Jawa selesai, mereka kembali ke Minahasa pada tahun berikutnya, dan para pemimpin Pasukan Tulungan kembali menduduki jabatan kepala walak—pemimpin wilayah adat di Minahasa—di wilayah masing-masing. Pada 1830, pemerintah Hindia Belanda mereorganisasi sistem pemerintahan di Minahasa, dengan mengubah istilah kepala walak menjadi Hukum Besar, wakilnya menjadi Hukum Kedua, dan kepala desa menjadi Hukum Tua.

Mengutip ANTARA, Benjamin Sigar juga pernah menjabat sebagai Hukum Besar dengan pangkat Mayor di Langowan. Ia hidup sezaman dengan pendeta Johann Gottlieb Schwarz yang menyebarkan agama kristen di tanah Minahasa. Peran Benjamin Thomas Sigar dalam sejarah Indonesia tidak hanya terbatas pada militer, tetapi juga politik dan budaya. Sejarah keluarga Prabowo Subianto dari garis ibu ini memberikan wawasan baru tentang akar-akar kekuasaan dan pengaruh yang dimiliki keluarganya dalam sejarah Indonesia.

Selain itu, isu-isu terkait pers dan kebebasan media juga sering muncul dalam konteks politik Indonesia. Beberapa kali, organisasi seperti AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan aliansi pers lainnya mengkritik pernyataan-pernyataan yang dianggap merugikan jurnalis. Contohnya, kasus Londo Ireng yang sempat memicu protes dari komunitas jurnalis. Hal ini menunjukkan bahwa masalah kebebasan pers masih menjadi isu penting dalam dinamika politik Indonesia.

Pentingnya sejarah dan latar belakang keluarga dalam membentuk kepribadian seorang tokoh politik juga bisa dilihat dari beberapa contoh, seperti kampus Prancis yang menginspirasi Prabowo. Pengalaman pendidikan di luar negeri sering kali memengaruhi cara berpikir dan pandangan seorang tokoh terhadap dunia. Inisiatif seperti URI (Unit Rekonsiliasi Indonesia) juga mencerminkan upaya-upaya untuk menjembatani perbedaan dan membangun harmoni dalam masyarakat.

Posting Komentar untuk "Benjamin Thomas Sigar, Kakek Buyut Prabowo Asal Minahasa"

Banner Blog