zmedia

Mengungkap Identitas Sopir Kasus Alphard vs Sekuriti di Bundaran HI

Kasus Keributan di Bundaran HI: Polda Jabar Mengambil Tindakan


Kasus keributan antara petugas keamanan dengan sopir mobil Alphard di dekat Bundaran HI, Jakarta Pusat, kini memasuki tahap baru. Informasi yang muncul menunjukkan bahwa sopir dan penumpang mobil tersebut merupakan anggota dari Polda Jabar. Meskipun insiden ini telah berakhir secara damai, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jabar masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh para anggota tersebut.

Permintaan Maaf dari Polda Jabar


Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan permohonan maaf kepada petugas sekuriti yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa tiga anggota Polda Jabar telah bertindak arogan dan tidak pantas terhadap petugas keamanan di Bundaran HI.

"Permohonan maaf disampaikan kepada Satpam di Bundaran HI atas perlakuan arogan dan tidak pantas oleh tiga anggota Polda Jabar," ujarnya.

Propam Polda Jabar menegaskan bahwa perdamaian antara kedua belah pihak tidak menghapuskan proses penegakan disiplin dan kode etik terhadap anggota yang diduga melanggar aturan. "Perdamaian antar para pihak tidak menghapuskan sanksi kode etik terhadap ketiga saudara," tambahnya.

Identitas Sopir dan Penumpang Alphard


Tiga anggota yang terlibat dalam kasus ini adalah Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW. Mereka telah menjalani pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Jawa Barat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Propam menyatakan bahwa telah ditemukan bukti yang cukup untuk menunjukkan adanya dugaan pelanggaran kode etik profesi Polri.

"Ditemukan cukup bukti melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri sebagaimana Perpol Nomor 7 Tahun 2022. Dan hasilnya akan dilanjutkan melalui proses kode etik dan sidang kode etik profesi Polri," jelas Hendra.

Proses Patsus untuk Anggota yang Terlibat


Setelah proses pemeriksaan selesai, ketiga anggota tersebut akan ditempatkan di tempat khusus (patsus). "Polda Jabar proses kode etik tiga anggota dan lanjut patsus, selanjutnya hari ini kami secara maraton telah melakukan pemeriksaan dan kita lanjutkan nanti apabila sudah selesai proses penyidikannya kita akan langsung patsus-kan," kata Hendra.

Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk menindak setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya secara tegas dan transparan. Selain itu, institusi tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memberikan perhatian terhadap kasus ini sekaligus menerima kritik sebagai bahan evaluasi.

Gubernur Jabar Bertemu dengan Sekuriti yang Viral


Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Fiktor Harefa, petugas sekuriti yang menjadi sorotan publik. Dalam percakapan tersebut, Dedi memperkenalkan Fiktor yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.

"Ini saya sudah bertemu dengan siapa?" tanya Dedi.
"Fiktor Harefa," jawab Fiktor.

Dedi kemudian menjelaskan latar belakang peristiwa yang membuat Fiktor menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, Fiktor sedang menjalankan tugas sebagai petugas keamanan dengan menegur pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.

"Fiktor Harefa, sekuriti yang menegur oknum aparat, kemudian oknum aparatnya tidak terima karena ditegur di Bundaran HI, yaitu menabrak rambu lalu lintas, tanda lampu merah, sehingga membahayakan keselamatan pejalan kaki yang menyeberang. Betul, kan?" kata Dedi.

Fiktor adalah Warga Bandung Asal Nias


Dalam kesempatan itu, Dedi juga mengungkap bahwa Fiktor merupakan warga Bandung yang berasal dari Nias.

"Dan ternyata dia ini orang Bandung, berasal dari Nias. Tinggal di Bandungnya di mana?" tanya Dedi.
"Di Pasteur, Pak," jawab Fiktor.

Siapkan Pekerjaan di Gedung Sate


Dedi mengatakan bahwa Fiktor sengaja datang menemuinya untuk menyampaikan keinginan pindah tempat bekerja. Permintaan tersebut langsung direspons oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Dan sengaja datang bertemu saya hari ini, ya kan, untuk ingin pindah kerja sebagai sekuriti," ujar Dedi.

Ia memastikan Fiktor nantinya akan bekerja sebagai petugas keamanan di kawasan Gedung Sate, yang saat ini masih dalam proses penataan halaman.

"Jadi rencananya insyaallah nanti pindah kerja sebagai sekuriti di Bandung. Nanti jaga sekitar Gedung Sate yang hari ini lagi proyek pembangunan penataan areal halaman Gedung Sate," ucapnya.

Posting Komentar untuk "Mengungkap Identitas Sopir Kasus Alphard vs Sekuriti di Bundaran HI"

Banner Blog